PaPIKI Logo
0822 5888 6978 Papiki.official@gmail.com
Kenapa Kopi Pahit? Kenalan Sama Biang Keroknya!

Kenapa Kopi Pahit? Kenalan Sama Biang Keroknya!

By Muhammad Rafi Mahdy | 23 Dec 2025

Kalau ngomongin kopi, rasa pertama yang terlintas di kepala pasti pahit. Rasa pahit dalam kopi pastinya bukan sesuatu yang aneh, kan? Nah, dibalik rasa pahit itu ada zat zat kimiawi, lho. Coba bayangin kalau nggak ada zat-zat tersebut, apa jadinya dunia? wkwk.
Ternyata, rasa pahit kopi itu nggak cuma datang dari gosongnya biji pas di-roasting, tapi karena adanya dua zat yang bakal kita bahas di bawah.
Yuk kita bahas satu-satu!

1. Kafein
Ini biang kerok pertamanya. Alasan utama kenapa kafein bisa pahit yaitu supaya tanaman kopi nggak dimakan serangga. Lho, kok bisa?
Di alam liar, kafein berfungsi sebagai pestisida alami. Bagi serangga dan hewan herbivora, rasa pahit adalah sinyal bahaya atau bahkan racun. Jadi, begitu mereka menggigit daun atau biji kopi, mereka bakal langsung kabur.
Selain bikin serangga kabur, kafein punya tugas lain yang nggak kalah keren, lho!

  • Pertama, kafein yang jatuh ke tanah bakal menghambat pertumbuhan tanaman liar lain di sekitarnya. Jadi, nutrisi tanah cuma dimakan sama si kopi.
  • Kedua, kafein juga berfungsi sebagai cadangan makanan buat tanaman itu sendiri.

Uniknya, walau buat serangga rasanya kayak racun, buat manusia kafein justru dicari karena efeknya yang bisa bikin mata melek.

2. Asam Klorogenat
Selain kafein, ada satu biang kerok lagi yaitu asam klorogenat (Chlorogenic Acid). Pasti kalian mengira kalau kafeinlah yang menyumbang rasa pahit paling banyak ke kopi, padahal kurang tepat, lho! Asam Klorogenatlah yang sebenarnya menyumbang rasa pahit cukup dominan di lidah kita.

Ada sifat unik dari zat ini yaitu dia akan pecah saat biji kopi di-roasting. Pecahan-pecahan inilah yang menyumbang rasa pahit pada kopi, khususnya kopi hitam. Asam klorogenat juga mempunyai antioksidan yang tinggi yang sangat bermanfaat buat tubuh kita.

Jadi, nikmati saja pahitnya, ya! Sampai jumpa di artikel selanjutnya!

Penulis: Muhammad Rafi Mahdy